SOTK UPT PUSKESMAS KECAMATAN CIBINONG title

Struktur Organisasi Tata Kerja UPT Puskesmas Cibinonong mengacu pada Permenkes Nomor 75 Tahun 2015 Tentang Puskesmas.

SOTK UPT PUSKESMAS KECAMATAN CIBINONG

Struktur Organisasi Tata Kerja UPT Puskesmas Cibinonong mengacu pada Permenkes Nomor 75 Tahun 2015 Tentang Puskesmas

SOTK UPT PUSKESMAS KECAMATAN CIBINONG

Struktur Organisasi Tata Kerja UPT Puskesmas Cibinonong mengacu pada Permenkes Nomor 75 Tahun 2015 Tentang Puskesmas.

SOTK UPT PUSKESMAS KECAMATAN CIBINONG

Struktur Organisasi Tata Kerja UPT Puskesmas Cibinonong mengacu pada Permenkes Nomor 75 Tahun 2015 Tentang Puskesmas.

SOTK UPT PUSKESMAS KECAMATAN CIBINONG

Struktur Organisasi Tata Kerja UPT Puskesmas Cibinonong mengacu pada Permenkes Nomor 75 Tahun 2015 Tentang Puskesmas.

Selamat Datang Di Blog Kami

Wednesday, 30 September 2015

Struktur Organisasi




Monday, 16 March 2015

Pemeriksaan Calon Jemaah Haji


Penyelenggaraan ibadah haji bertujuan untuk memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan yang sebaik-baiknya melalui sistem dan manajemen penyelenggaraan yang terpadu agar pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar dan nyaman sesuai dengan tuntunan agama serta jemaah haji dapat melaksanakan ibadah haji secara mandiri sehingga diperoleh haji mabrur.

Kegiatan pokok pelayanan kesehatan haji :
  1. Pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji
  2. Pembinaan kesehatan calon jemaah haji
  3. Pelayanan medis
  4. Imunisasi
  5. Surveilans
  6. Kesiapsiagaan Penanggulangan KLB dan Musibah Masal
  7. Kesehatan Lingkungan

Tahap - Tahap Pemeriksaan Kesehatan Calon Jemaah Haji
  1. Pemeriksaan Kesehatan I
  2. Pemeriksaan Kesehatan II 

Pemeriksaan Kesehatan I
  1. Pemeriksaan dilaksanakan di puskesmas oleh dokter puskesmas, dibantu tenaga keperawatan dan analis laboratorium puskesmas sebelum melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) ke Bank Penerima Setoran (BPS) 
  2. Pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui faktor risiko calon jemaah haji
  3. Pada saat pemeriksaan kesehatan I, foto harus sudah ditempel pada lembar Surat Keterangan Kesehatan yang akan diserahkan ke BPS dan sesuai dengan wajah calon jemaah haji. Selanjutnya calon jemaah haji setelah memperoleh kursi (seat) atau terdaftar di Siskohat, calon jemaah haji harus kembali ke puskesmas untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut dan dibuatkan buku kesehatan
  4. Pasfoto yang ditempel pada buku kesehatan dan surat keterangan kesehatan harus sama dengan pasfoto yang digunakan untuk paspor haji dan berukuran 4 x 6 cm kemudian dibubuhi stempel puskesmas dan harus mengenai pasfoto. 
  5. Khusus untuk calon jemaah haji wanita pasangan usia subur (PUS) dilakukan pemeriksaan tes kehamilan. Bagi yang tidak hamil untuk mengikuti keluarga berencana (KB), untuk mencegah kehamilan sampai keberangkatan. Kemudian menanda tangani surat pernyataan pada buku kesehatan bahwa jika ternyata hamil menjelang saat keberangkatan bersedia menunda keberangkatannya ke Arab Saudi.

Pemeriksaan Kesehatan II
  1. Pemeriksaan kesehatan II dilaksanakan oleh Tim Penyelenggara Kesehatan Haji Kabupaten/ Kota dengan penanggung jawab Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota 
  2. Pemeriksaan kesehatan II dilakukan terhadap seluruh calon jemaah haji untuk menentukan layak tidaknya calon jemaah haji berangkat ke Arab Saudi 
  3. Pelaksana pemeriksaan kesehatan II dan rujukan adalah dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya yang ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota
  4. Tim Pelaksana Penerima Rujukan Kabupaten/ Kota adalah dokter spesialis yang ditetapkan oleh Tim Penyelenggara Kesehatan Haji Kabupaten/ Kota 
  5. Pada saat memeriksa calon jemaah haji, calon jemaah haji harus sesuai dengan foto yang terdapat dalam BKJH 
  6. Bagi calon jemaah haji wanita pasangan usia subur harus dilakukan tes kehamilan sebelum divaksinasi Meningitis meningokokus tetravalen 
  7. Pada pemeriksaan kesehatan II ditentukan kesimpulan sesuai dengan hasil pemeriksaan, yang dinyatakan BAIK atau TIDAK BAIK 
  8. Bagi calon jemaah haji yang BAIK kesehatannya diberikan imunisasi Meningitis meningokokus tetravalen.
  9. Dianjurkan mengikuti pembinaan kesehatan hingga waktu keberangkatan ke pelabuhan Embarkasi Haji

Friday, 20 February 2015

Ketenagaan

Upaya pembangunan kesehatan yang berdaya guna dan berhasil guna dapat dicapai secara optimal bila kebutuhan sumberdaya kesehatan terpenuhi khususnya dalam pemenuhan sumber tenaga, dimana tenaga merupakan salah satu bagian yang  mutlak diperlukan dalam upaya pembangunan dibidang kesehatan.


Tabel Ketenagaan  Berdasarkan Jenis Tenaga
NoUraianUPF PuskesmasJumlah
CirimekarPabuaran 
Indah
Cibinong Karadenan
1Dokter Umum33 2 2 9
2Dokter Gigi11 1 1 4
3Bidan (D4,D3,D1)1011 8 7
4Perawat53 3 6
5Perawat Gigi11 1 1 4
6Sanitarian1- - 1 2
7Nutrisionis11 1 1 4
8Apoteker/Asisten Apoteker2- 1 - 2
9Analis1- 1 - 2
10Tenaga lain87 7 5 27

Jumlah 
3327 25 24 109

Tabel Ketenagaan  Berdasarkan Status Kepegawaian
NoUraianUPF PuskesmasJumlah
CirimekarPabuaran 
Indah
Cibinong Karadenan
1Pegawai Negeri Sipil2619171981
2PTT Pusat01203
3PTT Propinsi00 0 0 0
4PTT Daerah43 4 3 14
5Lain-lain342211
5
Jumlah
34272524109


Wednesday, 4 February 2015

Kawasan Tanpa Rokok

KTR KAWASAN TANPA ROKOK
Komitmen Pemerintah Kecamatan Cibinong untuk melaksanakan Peraturan Bupati Nomor 54 Tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dilakukan dalam berbagai kegiatan, metode dan media yang ada sehingga dapat diketahui dan dilaksanakan oleh seluruh warga Kecamatan Cibinong, salah satunya adalah melalui kegiatan "Komitmen bersama Untuk tidak merokok" khususnya pada 7 kawasan Tanpa Rokok dengan membubuhkan "Cap Tangan" pada spanduk yang disediakan. Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan pada Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 50 Bulan November 2014.

Penerapan Kawasan Tanpa Rokok ini bertujuan untuk melindungi hak sekelompok masyarakat bukan perokok untuk menghirup udara yang bersih dan sehat, bebas dari asap rokok.

Selain itu, peraturan kawasan tanpa rokok juga membantu perokok untuk dapat menahan kebiasaan merokok, dan dianggap sebagai pembelajaran bagi perokok untuk berhenti merokok.

Penerapan Kawasan Tanpa Rokok juga semakin menyadarkan banyak orang akan bahaya adiktif rokok dan mengembalikan norma untuk tidak merokok, khususnya di 7 Kawasan Tanpa Rokok yaitu : tempat-tempat umum, tempat ibadah, Angkutan umum, Arena kegiatan anak, tempat belajar mengajar, tempat kerja, tempat pelayanan kesehatan.

Saturday, 31 January 2015

Family Gathering

Family Gathering
Kunjungan Wisata bersama keluarga sangatlah menyenangkan apalagi ditambah dengan kegiatan yang melibatkan orang-orang terdekat yang kita kenal sehari-hari dalam rutinitas pekerjaan yang kadang membuat kita suntuk.

Sebagai wujud kebersamaan, kami keluarga besar Puskesmas Cirimekar mengadakan Family Gathering (9-10 Januari 2015)ke pantai Carita Banten

Galeri

Galeri Kegiatan
Peresmian Poned
Dengan diresmikannya Poned Puskesmas Cirimekar maka pelayanan persalinan untuk ......
Peresmian Poned
Dengan diresmikannya Poned Puskesmas Cirimekar maka pelayanan persalinan untuk ......
Family Gathering
Kegiatan Family Gathering yang dilaksanakan Puskesmas pada tanggal 9 dan 10 Januari 2014 merupakan kegiatan yang bertujuan..
Kawasan Tanpa Rokok
Komitmen Pemerintah Kecamatan Cibinong Terhadap Kawasan Tanpa Rokok diimplementasikan ..

Tuesday, 27 January 2015

Bakti Sosial

Bakti Sosial
Khitanan Masal
Dalam rangka ......
Pengobatan Gratis
Kegiatan ..